Belajar Bahasa Inggris Itu Menyenangkan

Belajar Bahasa Inggris Itu Menyenangkan

“Saya nggak mau ah. Bahasa Inggris itu susah.”
“Males ah, Bahasa Inggris kan nggak penting-penting banget.”
Dari sekian banyak murid yang pernah saya ajar sejak jaman kuliah dulu (sekitar tahun 2010), beberapa kali saya pernah menemukan kalimat-kalimat tersebut terlontar keluar dari mulut mereka. Yang mengatakannya pun beragam. Ada yang masih TK, SD, SMP atau SMA bahkan ibu-ibu atau bapak-bapak pun ada. Hal ini yang terkadang menjadi tantangan tersendiri buat saya dalam mengajar.
Ya, memang tidak semua orang punya pemikiran sama. Tidak semua orang bisa dengan mudah menerima Bahasa Inggris. Tapi kalau Bahasa Inggris dianggap tidak penting, rasanya itu sangatlah tidak benar.
Kenapa?
Tentu saja karena perkembangan jaman. Sekarang semua serba canggih. Dan tak jarang, kecanggihan teknologi seperti ponsel, komputer, laptop, dan lain sebagainya menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Kebudayaan dari luar pun sudah banyak yang masuk ke Indonesia, seiring dengan berkembangnya teknologi dan transportasi. Kalau kita tak menguasai Bahasa Inggris minimal untuk percakapan sehari-hari, bukan tidak mungkin kita akan ketinggalan jaman kan? Atau bisa juga kita malah menerima begitu saja budaya dari luar yang sebenarnya tak baik untuk ditiru juga tak cocok untuk budaya kita hanya karena kita tak ‘memahami’ apa maksudnya.
Sering saya menjelaskan hal tersebut kepada murid-murid saya yang ‘agak susah’ tersebut. Tak jarang mereka membenarkan dan akhirnya setuju bahwa Bahasa Inggris itu penting. Namun, tetap saja karena pada dasarnya mereka ‘tak suka’ maka mereka akan sulit mempelajarinya. Pepatah yang mengatakan bahwa “senangilah pelajaran, maka kau akan mudah memahami dan mempelajarinya” memang benar adanya. Seseorang memang harus memiliki rasa suka terlebih dahulu baru kemudian ia akan bisa melakukan segalanya dengan senang hati. Hal itu yang sering saya coba terapkan pada murid-murid saya tersebut.
Cara yang biasa saya lakukan adalah:
1.      Saya melakukan pendekatan personal. Menanyakan apa yang ia sukai dan tidak.
Jika misal ia menyukai lagu, saya akan memintanya mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris minimal sehari sekali. Dengan begitu, ia akan menjadi lebih terbiasa dengan Bahasa Inggris. Dan bukan tak mungkin, karena penasaran dengan arti dari lirik lagu itu ia pun akan mencari tahu artinya. Itu poin yang juga tak kalah penting.
2.      Jika ia masih usia sekolah, saya sering membuat selingan di antara jam belajar untuk memberikan games pada kelas. Gamesnya tentu yang berkaitan dengan Bahasa Inggris. Dengan begitu mereka akan lebih bersemangat pada pelajaran.
3.      Terkadang saya juga mengajak kelas untuk beramai-ramai menonton film berbahasa Inggris lalu kemudian membahasnya. Hal ini bisa membuat atmosfer kelas jadi terasa lebih hidup.
4.      Saya memberikan quiz atau tanya jawab dalam Bahasa Inggris setiap akan mulai juga sebelum pulang. Yang bisa menjawab yang lebih dulu boleh masuk kelas atau pulang. Hal ini bisa membuat siswa lebih bersemangat untuk belajar agar bisa menjawab pertanyaan saya.
5.      Saya memberikan tugas agar setiap pertemuan mereka menyetorkan hafalan 5 kata berbahasa Inggris berikut artinya. Hal ini bertujuan agar mereka lebih banyak mengenal kosa kata bahasa Inggris.
6.      Jika seorang siswa masih merasa kesulitan belajar Bahasa Inggris meskipun dia sudah menyukainya, maka saya akan memberikan tips serta tugas padanya. Tips belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan bisa dengan cara mendengarkan lagu, menonton film, membaca buku atau apapun yang berbau Bahasa Inggris. Itu akan membuatnya lebih mudah menyerap pelajaran. Setelah memberikan tips tersebut, saya akan memberinya tugas. Misalnya menceritakan apa maksud dari sebuah lagu berbahasa Inggris. Siswa itu harus menceritakan pada saya dengan Bahasa Inggris pula.

Ada banyak cara yang sebenarnya bisa dilakukan untuk membuat seseorang menyukai Bahasa Inggris. Dan itu mudah saja dilakukan oleh kita sebagai guru, jika kita senang melakukannya. Karena guru pun tak berbeda dengan murid. Kalau senang maka kan mudah, begitupun sebaliknya. Benar bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Lagu Geu Saram by Lee Seung Chul (OST Baker King / Bread, Love, and Dream)

Catatan si Midah: Ulasan Drakor Doctor Stranger

Catatan si Midah: Ulasan Drakor Lets Fight Ghost