Daun Jambu Biji

Pernah mendengar tentang khasiat daun jambu biji?

Daun jambu biji
(sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/-kGgwNbksQOc/VTnocZksEsI/AAAAAAAACBM/ZOiLve5YAmU/s1600/CAM00467.jpg)


Saya yakin sebagian besar orang sudah tahu. Karena itu saya hanya ingin berbagi pengalaman saja. Syukur-syukur bisa menambah pengetahuan bagi yang belum tahu.
Jadi, ceritanya beberapa waktu yang lalu anak saya terkena diare. Harits memang pernah diare saat masuk angina yang parah, atau tak banyak makanan yang masuk ke tubuhnya sementara susu terus masuk.
Harits sebenarnya jarang diare. Tapi kalau sudah diare, bisa sueriing dalam sehari. Tentu ini bikin emak plus bapaknya khawatir sekaligus lelah, bahkan bisa berujung ikut sakit juga.
Pertama kali Harits diare, dikarenakan ia kelelahan juga masuk angina. Kondisinya cukup mengkhawatirkan dan lumayan membuat lelah. Apalagi, bidan yang tepat ada di depan rumah sedang tidak praktek karena sakit. Akibatnya saya harus mencari bidan yang lain. Dan obat dari bidan itu pun membutuhkan waktu untuk bekerja, jadilah Harits harus diare selama lebih dari 2 hari. Badannya jadi kurus kering. Badan saya pun lelah tak terkira. Saya jadi trauma dan sangat berhati-hati agar ia tak lagi diare.
Kedua kalinya, lagi-lagi karena kelelahan dan masuk angin. Awalnya Harits hanya muntah terus menerus dalam frekuensi waktu yang tak lama. Saat kejadian itu pun sudah lebih dari jam 10 malam. Kami baru saja pulang dari Depok. Jadi, sudah pasti ia kelelahan dan masuk angin. Karena sudah malam dan dia tak juga berhenti muntah lalu berujung pada diare, saya pun membawanya ke klinik yang buka 24 jam. Tapi lagi-lagi obat harus menunggu waktu yang cukup lama untuk bekerja. Atau mungkin saya yang tak sabar ingin anak cepat sembuh? Hehe… entahlah.. Yang jelas pengalaman ini pun tidak mengenakkan. Karena Harits mulai diare tepat pada malam pertama sahur di tahun 2016.
Ketiga kali, berawal dari muntah juga. Saat itu ia sedang susah makan. Tapi, ia terus meminum susu formulanya. Tentu perutnya jadi kembung. Karena sedikit makanan pada yang masuk, sementara susu yang mengandung gula tetap masuk. Jadi malamnya ia muntah dua kali, disusul diare beberapa kali. Melelahkan memang. Tapi saat itu saya belum membawanya ke dokter. Saya pikir ia harus makan. Ya, karena ia sudah berusia lebih dari 2 tahun, ia sudah tak lagi minum ASI. Jadi, saya harus memberinya makan agar perutnya ‘berisi’.
Saya pun keluar membeli makan untuknya juga nasi uduk untuk saya dan suami. Kebetulan saat itu ibu penjual nasi uduk menanyakan kabar Harits. Saat saya mengatakan kalau Harits sedang diare, beliau pun menyarankan agar saya mengambil beberapa pucuk daun jambu biji yang letak pohonnya tak jauh dari tempat ia berjualan.
Berdasarkan instruksi ibu nasi uduk, saya pun merebus air hangat lalu memasukkannya ke dalam gelas yang berisi pucuk daun jambu biji. Saya tambahkan sedikit garam. Setelah direndam agak lama, dan airnya pun tidak terlalu panas saya pun meminumkannya pada Harits. Hanya berhasil setidaknya tiga sendok yang masuk ke mulutnya. Tapi itu sangat manjur! Hanya perlu waktu setengah hari sampai ia berhenti diare sama sekali.
Saat diare yang keempat, saya tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas sejak pagi sampai dhuhur ia sudah lima kali buang air. Saya pun bergegas merebus daun jambu biji kembali. Dan sampai sorenya, ia sudah tidak buang air lagi!
Saya jadi ingat, bukankah salah satu obat pereda diare yang ada di iklan televise pun katanya mengandung ekstrak daun jambu biji? Saya jadi tambah berterima kasih pada ibu nasi uduk yang sudah memberi tahu saya informasi ini.
Yah, semoga saja tidak ada diare yang kelima. Tapi, kalaupun ada, saya sudah tahu obat alami yang manjur. Hehehe…
Suka obat yang alami juga? Yuk coba cara ini saat anggota keluarga mengalami diare. Semoga berhasil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan si Midah: Ulasan Film India Agneepath

Catatan si Midah: Ulasan Drakor Empress Ki

Datang Saat Butuh