Cinta dan Kompromi (Review Novel Lupita karya Dian Kristiani)

Saya akhirnya bisa menyelesaikan membaca novel Lupita ini (setelah sekian lama, hehe). Dan karena saya tertarik ingin ikut program #1book1review per month dari fanpage facebook Indonesian Social Blogpreneur, maka saya pun buru-buru membuat ini, hehe..




Detail buku:
Judul: Lupita - Lu Pikir Gua Pengemis Cinta?
Penulis: Dian Kristiani
Penerbit: BIP
Tahun terbit: 2013
Jumlah halaman: 278


Novel ini bercerita tentang Lupita seorang gadis berwajah biasa saja tapi tetap fashionable. Nama Lupita diberikan oleh Mamanya yang merupakan singkatan dari “Lu Pikir Gue Pengemis Cinta?”. Itu karena pda saat hamil melahirkan Lupita, Mama ditinggal oleh Papa yang pergi bersama wanita lain. Hal inilah yang membuat Lupita saat dewasa tak ingin menikah dengan pria lokal. Ia ingin menikah denga pria bule.
Pernah, Lupita berkenalan seorang bule yang ia pikir juga mencintainya namun ternyata pria tersebut menghilang. Lalu Lupita pun bertemu dengan Corey. Pria bule itu berasal dari Australia dan tinggal lama di Surabaya. Corey berwajah tampan, menarik, baik juga sukses. Dan yang paling membuat Lupita senang adalah Corey juga mencintainya.
Di sisi lain, Lupita mempunyai sahabat yang merupakan kakak kelasnya saat SMP yang bernama Kian. Kian ini dulu saat SMP pernah menyatakan cintanya pda Lupita meski ditolak mentah-mentah. Sekarang, Kian sudah menikah dan menjadi sahabat tempat curhat Lupita.
Tak lama setelah Tjing Tjing, istri Kian, melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Bryan, Tjing Tjing mengalami kecelakaan yang menyebabkannya meninggal dunia. Saat itu Lupita merasa sangat sedih. Meski ia tak yakin ia sedih karena Tjing Tjing meninggal atau karena Kian akan merasa terluka.
Tapi perasaan aneh itu bisa segera hilang, karena tak lama setelahnya Lupita dilamar oleh Corey. Corey juga meminta Lupita untuk pindah ke Australia bersamanya setelah menikah nanti. Lupita tentu saja langsung mengiyakan.
Akan tetapi, ternyata Mama tak setuju jika Lupita pindah. Mama bahkan mengancam akan bunuh diri jika hal itu benar terjadi.
Lupita jelas bingung. Mana yang harus ia pilih. Sementara setelah hampir setahun kepergian Tjing Tjing, Kian malah melamar Lupita.
Novelnya sebenarnya tidak terlalu seru, hehe.. Maklum, saya ini penggemar cerita detektif, petualangan, atau fantasi. Jadi, cerita yang hanya full roman seperti ini kurang menarik minat saya.
Tapi... saya membacanya karena penasaran. Penulis buku bacaan anak seperti mbak Dian Kristiani bisa menulis novel romance kan keren! Hehe..
Dan kalau dilihat dari kacamata pencinta roman (buang dulu detektif dan segala macamnya, haha), novel ini cukup bagus. Bagus dari segi penuturan, gaya bahasa, serta setting yang detail.
Mbak Dian Kristiani tentu memilih Surabaya sebagai tempat tinggal Lupita karena ia tinggal di sana dan mengenal baik kota itu. Dan itu membuat gambaran tentang Surabaya di novel ini jadi cukup baik. Ada juga penjelasan tentang kota Semarang yang cukup jelas. Itu karena mbak Dian memang pernah tinggal di Semarang, setahu saya.
Penjelasan tentang pekerjaan Lupita di sini pun cukup jelas. Sehingga saya bisa lumayan belajar walaupun hanya sedikit, hehe..
Ada satu yang menarik bagi saya di novel ini. Yaitu, percakapan Lupita dengan Makbo, nenek Lupita, tentang lamaran Kian pada Lupita. Di situ Makbo menceritakan bahwa dulunya ia tidak mencintai mendiang Opa. Tapi lama kelamaan ia mencintai Opa karena Makbo bahagia bersama Opa.
Dan kutipan dari Makbo yang membekas bagi saya adalah : "Perkawinan itu sebuah kompromi. Kita tidak bisa mengubah pasangan kita, yang bisa kita lakukan hanyalah berkompromi dengan semua sifat dan kebiasaannya."
Kutipan ini cocok dijadikan pelajaran bagi kehidupan perkawinan kita semua. Dengan berkompromi, kita bisa tetap mempertahankan kewarasan kita, juga mempertahankan keutuhan cinta itu sendiri. Benar kan? *sok bijak banget saya, haha..
Hanya saja, di beberapa bagian, novel ini agak terlalu banyak menggambarkan berbagai pikiran dan perasaan yang berkecamuk di benak Lupita. Terutama saat ia harus memilih antara Mama atau Corey. Terlalu banyak narasi di bagian tersebut, jadi agak bosan, hihi.. Satu lagi, novel ini sepertinya akan lebih seru jika dibumbui misteri siapa yang menabrak Tjing Tjing. *mulai lagi deh mikir soal cerita detektif, hahaha..
Tapi seperti saya bilang tadi, novel ini cukup bagus kok. Sangat cocok dibaca para penyuka novel roman. Meski tergolong novel lama, tapi masih tetap oke dibaca saat ini. Tidak terlalu ketinggalan jaman kok. 
Semoga ulasan ini bermanfaat. Cha ne!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan si Midah: Ulasan Film India Agneepath

Catatan si Midah: Ulasan Drakor Empress Ki

Datang Saat Butuh